10.7.15

Orang Nasrani adalah Sahabat Muslim

Sebelum membaca artikel ini silahkan baca artikel sebelumnya disini. Mengapa? Karena ada keterkaitan didalamnya pun ayat yang saya rewrite dari http://www.alquran-indonesia.com/web adalah QS Al Maidah secara berurutan. Artikel kali ini berjudul Orang Nasrani adalah Sahabat Muslim.

Benarkah orang Nasrani adalah sahabat Muslim? Ya benar tapi dahulunya ketika jaman dakwah Rosulullah. Yang dimaksud orang Nasrani adalah mereka dan pendeta-pendeta sahabat dan pengikut Nabi Isa as (Yesus) yang berdasarkan banyak atsar berasal dari Nazareth, oleh karenanya disebut dengan Nasrani. Jadi Nasrani adalah orang dari Nazareth. Mereka adalah kaum hawariyyun atau pengikut setia Nabi Isa as.

Lalu apakah kaum Nasrani itu sama dengan orang Kristen pada jaman sekarang ini? Jawabannya adalah bukan. Emang sahabat kristen sekarang ini berasal dari Nazareth? Tentu bukan. Sedangkan Kristen itu sendiri adalah nama buatan dari pendeta Paulus, yakni pendeta Yahudi yang faktanya sudah merubah-rubah isi Al Kitab. Misalnya haram makan babi menjadi halal, sunat dirubah menjadi sunat hati, haram minum alkohol menjadi boleh dan lain sebagainya.

Kesimpulannya tidak ada hubungan antara Orang Nasrani dengan Kristen. Silahkan cari referensi terpercaya lainnya agar sobat semakin paham.

Pada zaman Rosulullah masih cukup banyak Ahli Kitab yang mempelajari kitab mereka yakni Injil, dimana didalamnya menubuahkan akan kedatangan Nabi Terakhir. Makanya ketika Nabi Muhammad saw diutus dan membacakan kitab suci Al Qur'an mereka tersungkur seraya bersujud karena didalamnya membuktikan nubuah yang ada dalam Injil.

Si Yahudi tentu saja tidak terima dengan kenyataan ini, oleh karenanya mereka membuat makar. Memang dari dahulu sampai sekarang Yahudi pinter banget kalau membuat makar/ tipu daya. Yahudi itu benci sama Nabi Isa as, saking bencinya bahkan mereka menyangka telah membunuhnya, padahal tidak demikian.

Lalu kemudian dibuat makar untuk merusak ajaran Nabi Isa as, dan terkenallah yang namanya pendeta Paulus yang menciptakan agama sendiri yakni Kristen. Jadi Kristen itu buatan paulus bukan agama Nabi Isa as. Memangnya ada Yesus pernah ngomong tentang agama kristen dalam injil? Nggak ada.

Back to laptop..

Kaum hawariyyun atau kaum dari Nazareth yang mempelajari Al Kitab adalah sahabat Muslim dalam hal ini adalah Raja Najasyi. Mereka beriman kepada Kitab Injil dan Al Qur'an.

Dalam hal ini Allah swt berfirman,


Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. (QS Al Maidah: 82)

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Said bin Musayyab dan Abu Bakar bin Abdurrahman serta Urwah bin Zubair. Mereka menceritakan, bahwa Rasulullah saw. pernah mengutus Amr bin Umayyah Adh-Dhamari membawa sepucuk surat yang ditujukan kepada Najasyi. Amr akhirnya datang ke hadapan Najasyi lalu ia membaca surat Rasulullah saw. Lalu sang raja memanggil Jakfar bin Abu Thalib dan orang-orang yang ikut berhijrah bersamanya, sang raja pun mengutus agar memanggil para rahib dan para pendeta. Setelah semuanya berkumpul sang raja memerintahkan kepada Jakfar bin Abu Thalib agar membacakan sesuatu kepada mereka. Jakfar lalu membacakan surah Maryam di hadapan mereka. Akhirnya mereka semua beriman kepada Alquran bahkan mata mereka mencucurkan air mata dan merekalah orang-orang yang dimaksudkan oleh Allah ketika menurunkan firman-Nya, 'Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya...' sampai dengan firman-Nya, '...maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Alquran dan kenabian Muhammad saw.)'" (Q.S. Al-Maidah 82-83). Ibnu Abu Hatim meriwayatkan sebuah hadis dari Said bin Jubair yang menceritakan, bahwa Najasyi pernah mengirimkan tiga puluh orang utusan yang terdiri dari sahabat-sababat pilihannya kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. membacakan kepada mereka surah Yasin. Akhirnya mereka menangis mendengarkan pembacaan surah itu, kemudian turunlah ayat ini yang berkenaan dengan sikap mereka itu. Imam Nasai mengetengahkan sebuah hadis dari Abdullah bin Zubair yang mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Najasyi dan sahabat-sahabat terdekatnya, "Yaitu mereka yang apabila mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya akan mengalirkan air mata...." (Q.S. Al-Maidah 83) Imam Thabrani mengetengahkan hadis yang serupa dari jalur Ibnu Abbas, bahkan hadisnya ini lebih sederhana daripada hadis yang di atas.



Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad SAW). (QS Al Maidah: 83)

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Said bin Musayyab dan Abu Bakar bin Abdurrahman serta Urwah bin Zubair. Mereka menceritakan, bahwa Rasulullah saw. pernah mengutus Amr bin Umayyah Adh-Dhamari membawa sepucuk surat yang ditujukan kepada Najasyi. Amr akhirnya datang ke hadapan Najasyi lalu ia membaca surat Rasulullah saw. Lalu sang raja memanggil Jakfar bin Abu Thalib dan orang-orang yang ikut berhijrah bersamanya, sang raja pun mengutus agar memanggil para rahib dan para pendeta. Setelah semuanya berkumpul sang raja memerintahkan kepada Jakfar bin Abu Thalib agar membacakan sesuatu kepada mereka. Jakfar lalu membacakan surah Maryam di hadapan mereka. Akhirnya mereka semua beriman kepada Alquran bahkan mata mereka mencucurkan air mata dan merekalah orang-orang yang dimaksudkan oleh Allah ketika menurunkan firman-Nya, 'Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya...' sampai dengan firman-Nya, '...maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Alquran dan kenabian Muhammad saw.)'" (Q.S. Al-Maidah 82-83). Ibnu Abu Hatim meriwayatkan sebuah hadis dari Said bin Jubair yang menceritakan, bahwa Najasyi pernah mengirimkan tiga puluh orang utusan yang terdiri dari sahabat-sababat pilihannya kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. membacakan kepada mereka surah Yasin. Akhirnya mereka menangis mendengarkan pembacaan surah-itu, kemudian turunlah ayat ini yang berkenaan dengan sikap mereka itu. Imam Nasai mengetengahkan sebuah hadis dari Abdullah bin Zubair yang mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Najasyi dan sahabat-sahabat terdekatnya, "Yaitu mereka yang apabila mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya akan mengalirkan air mata...." (Q.S. Al-Maidah 83) Imam Thabrani mengetengahkan hadis yang serupa dari jalur Ibnu Abbas, bahkan hadisnya ini lebih sederhana daripada hadis yang di atas.

Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?". (QS Al Maidah: 84)


Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). (QS Al Maidah: 85)


Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. (QS Al Maidah: 86)

Semoga bermanfaat
Wallahu A'lam



3 comments:

  1. Masih ada orang-orang yg benar benar mengikuti ajaran Nabi Isa Almasih.. mereka tdk makan binatang haram seperti babi, tikus, anjing, kuda, binatang amfibi, udang, kepiting dan masih banyak lagi sesuai dengan aturan Taurat Nabi Musa. Beribadah seperti Nabi Isa yaitu Hari Ketujuh, Sabtu-Sura Albaqarah 66. Mereka lebih suka berdamai dgn semua orang, mengharamkan minuman yg mengandung alkohol, tdk merokok, berpuasa, rajin beribadah, selalu mempelajari, Taurat-Zabur-Injil dan lebih mendahulukan orang lain dari pada dirinya sendiri...

    ReplyDelete